PASURUAN – Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara pelaku usaha mengelola bisnis, termasuk dalam hal transaksi, pemantauan keuangan, hingga pengelolaan kebutuhan karyawan. Bagi Raden Pramono, pemilik Leezin Kopitiam, pemanfaatan layanan digital menjadi bagian dari upaya membuat aktivitas usaha berjalan lebih praktis.
Usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman tersebut memanfaatkan sejumlah layanan dari BRI, mulai dari mesin EDC dan aplikasi BRI Merchant hingga layanan Qlola dan Pijar.
Beragam layanan tersebut digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. BRI Merchant, misalnya, dimanfaatkan Raden untuk memantau transaksi pembayaran yang dilakukan melalui EDC.
Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut membuat proses monitoring transaksi menjadi lebih mudah karena informasi pembayaran dapat dipantau secara real time.
“Dengan adanya aplikasi BRI Merchant yang fiturnya lengkap untuk merchant, memudahkan kami dalam melakukan monitoring transaksi pembayaran melalui EDC secara real time,” ujar Raden Pramono.
Kemudahan serupa juga dirasakan dalam pengelolaan kebutuhan karyawan. Leezin Kopitiam memanfaatkan Qlola untuk membantu proses penggajian sehingga pengelolaan payroll dapat dilakukan dengan lebih praktis.
“Dengan dibantu oleh BRI melalui fasilitas Qlola, kami menjadi lebih mudah dalam melakukan penggajian kepada karyawan,” kata Raden.
Tak hanya berkaitan dengan transaksi dan payroll, Leezin Kopitiam juga memanfaatkan Pijar untuk membantu pengelolaan arus kas yang berkaitan dengan kebutuhan karyawan.
Pemanfaatan layanan tersebut menjadi salah satu cara Leezin Kopitiam menyesuaikan pengelolaan usaha dengan kebutuhan bisnis yang semakin membutuhkan proses cepat dan terdigitalisasi.
Bagi pelaku usaha, pengelolaan transaksi dan administrasi secara lebih praktis dapat membantu pemilik usaha memiliki lebih banyak waktu untuk memperhatikan aktivitas utama bisnis, termasuk pelayanan kepada pelanggan dan pengembangan usaha.
Branch Office Head BRI Pasuruan Agus Setiyono mengatakan, kebutuhan pelaku usaha saat ini tidak hanya berkaitan dengan fasilitas transaksi, tetapi juga berbagai layanan yang dapat membantu aktivitas operasional bisnis.
“BRI Pasuruan terus berkomitmen menghadirkan solusi perbankan yang dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, tidak hanya dalam kebutuhan transaksi, tetapi juga mendukung pengelolaan operasional bisnis secara lebih terintegrasi. Kami berharap pemanfaatan berbagai layanan BRI dapat memberikan nilai tambah bagi merchant dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya,” ujar Agus.
Pengalaman Leezin Kopitiam menunjukkan bahwa digitalisasi dalam bisnis tidak hanya digunakan untuk menerima pembayaran. Layanan digital juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemilik usaha memantau transaksi, mengelola penggajian, hingga memenuhi kebutuhan operasional karyawan.
Dengan pemanfaatan berbagai layanan tersebut, pengelolaan aktivitas bisnis Leezin Kopitiam dapat dilakukan melalui ekosistem layanan yang lebih terintegrasi sesuai dengan kebutuhan usaha.
