PB PMII Dorong Transparansi Kebijakan Energi dan Jaminan Pasokan BBM bagi Masyarakat

PB PMII Dorong Transparansi Kebijakan Energi dan Jaminan Pasokan BBM bagi Masyarakat
Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyoroti penyesuaian harga BBM non subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. PB PMII menilai bahwa setiap perubahan harga energi harus disertai keterbukaan informasi kepada publik serta jaminan perlindungan terhadap kebutuhan masyarakat.

Wasekjend PB PMII Bidang ESDM, Adryan Nur Alam, menyampaikan bahwa dinamika harga minyak global memang berpengaruh terhadap penentuan harga BBM non subsidi. Namun demikian, pemerintah dan badan usaha energi perlu memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi perubahan harga tersebut.

"Transparansi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Masyarakat berhak mengetahui alasan dan dasar perhitungan yang digunakan dalam penyesuaian harga BBM non subsidi," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

PB PMII mengapresiasi langkah pemerintah yang tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar sehingga kebutuhan energi masyarakat umum, pelaku UMKM, sektor transportasi, serta kelompok rentan tetap terlindungi dari gejolak harga energi global.

Menurut PB PMII, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih memberikan prioritas terhadap aspek keberlanjutan ekonomi masyarakat dan stabilitas aktivitas produktif nasional.

Selain itu, PB PMII mengingatkan bahwa perubahan harga BBM non subsidi tidak boleh menimbulkan gangguan distribusi maupun kepanikan di masyarakat. Ketersediaan stok dan kelancaran pasokan harus menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan.

"Kami berharap Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah pusat dan daerah terus memastikan distribusi BBM berjalan normal di seluruh wilayah. Jangan sampai muncul spekulasi, penimbunan, ataupun praktik yang merugikan masyarakat," tegasnya.

PB PMII juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan kebutuhan masing-masing, serta tetap mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar terkait kebijakan energi nasional.

Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, PB PMII berkomitmen mendukung terciptanya tata kelola energi yang berkeadilan, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat luas.

"Kami percaya bahwa stabilitas sektor energi merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, seluruh pihak perlu menjaga suasana yang kondusif dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya," tutup Adryan. (Zak)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak