IEC 2026 Digelar Secara Daring, Yayasan Fannava Al-Fattah Terapkan Sistem CBT dan Pengawasan Langsung

IEC 2026 Digelar Secara Daring, Yayasan Fannava Al-Fattah Terapkan Sistem CBT dan Pengawasan Langsung

Perkembangan teknologi turut membawa perubahan dalam penyelenggaraan kompetisi pendidikan. Hal tersebut diterapkan oleh Yayasan Fannava Al-Fattah melalui penyelenggaraan Islamic Education Competition (IEC) 2026) yang dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan sistem Computer Based Test (CBT).

Kompetisi pendidikan Islam tersebut memperlombakan tiga bidang, yakni Fiqih, Akidah Akhlak, dan Al-Qur'an Hadits. Peserta mengikuti seluruh proses perlombaan secara online dari lokasi masing-masing dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke sistem ujian.

Peserta IEC 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jombang, DKI Jakarta, serta sejumlah daerah lainnya. Keberagaman asal peserta tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kompetisi secara daring mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelajar dari berbagai wilayah untuk berpartisipasi.

Penggunaan sistem CBT memungkinkan proses pengerjaan soal dilakukan secara digital dan terstruktur. Peserta dapat mengakses soal melalui sistem yang telah disiapkan panitia, kemudian mengerjakan dan menyelesaikan ujian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Meski dilaksanakan secara online, aspek pengawasan tetap menjadi perhatian utama dalam kompetisi ini. Para peserta dipantau secara langsung oleh pengawas selama pelaksanaan ujian. Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan peserta mengikuti tata tertib serta menjaga proses kompetisi tetap berjalan secara tertib dan sportif.

Dengan memadukan teknologi dan sistem pengawasan, IEC 2026 menjadi salah satu bentuk inovasi dalam penyelenggaraan kompetisi pendidikan Islam. Konsep tersebut memungkinkan peserta dari berbagai lokasi untuk mengikuti perlombaan tanpa harus hadir secara langsung di satu tempat.

Antusiasme peserta terlihat selama berlangsungnya kompetisi. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan dan berusaha memberikan hasil terbaik pada bidang yang mereka ikuti.

Bagi Yayasan Fannava Al-Fattah, penyelenggaraan IEC 2026 tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian juara. Kompetisi ini juga diarahkan sebagai sarana untuk membangun budaya belajar, meningkatkan pemahaman terhadap ilmu agama, serta menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan tahapan perlombaan, proses penilaian dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Selanjutnya, peserta yang memperoleh hasil terbaik ditetapkan sebagai pemenang Islamic Education Competition 2026 pada masing-masing cabang lomba.

Yayasan Fannava Al-Fattah menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, orang tua atau pendamping, pengawas, dewan juri, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Keberhasilan penyelenggaraan IEC 2026 diharapkan menjadi langkah positif bagi Yayasan Fannava Al-Fattah untuk terus menghadirkan kegiatan pendidikan yang inovatif, terbuka, dan relevan dengan perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan nilai-nilai pendidikan Islam.

Islamic Education Competition 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan Islam dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai ilmu, akhlak, integritas, dan prestasi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak