Pandeglang – Organisasi kepemudaan Pemuda Berdampak menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau di Kampung Kaduela, Kampung Kadupari, dan Kampung Unigede, Desa Kaduela, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (31/7).
Sebanyak empat mobil tangki dengan kapasitas 8.000 liter per tangki atau total 32.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti konsumsi, memasak, dan sanitasi.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
"Air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. Pemuda Berdampak ingin hadir tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat," ujar Bagas.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi semangat "Mengabdi, Bergerak, Berdampak" yang menjadi landasan organisasi dalam menjalankan berbagai program sosial.
Menurut Bagas, bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek. Namun, penyelesaian persoalan krisis air bersih memerlukan langkah yang lebih komprehensif melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.
"Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Ke depan diperlukan solusi jangka panjang, mulai dari pembangunan infrastruktur air bersih, perlindungan sumber mata air, hingga penguatan mitigasi dampak musim kemarau," katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kampung Kaduela, Abah Ahmad Zairi (Uwa Amek), mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemuda Berdampak kepada warga.
"Atas nama masyarakat Kampung Kaduela, Kampung Kadupari, dan Kampung Unigede, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemuda Berdampak atas kepeduliannya membantu warga yang sedang mengalami krisis air bersih. Bantuan ini sangat berarti karena air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran para relawan juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian bagi masyarakat," ujarnya.
Ia berharap aksi kemanusiaan tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dalam proses distribusi, relawan Pemuda Berdampak bersama masyarakat bergotong royong menyalurkan air bersih kepada warga yang telah mengantre dengan membawa berbagai wadah penampungan. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan mendesak selama musim kemarau.
Pemuda Berdampak juga mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat penanganan jangka panjang melalui pembangunan jaringan air bersih, penyediaan sarana penampungan air, konservasi sumber mata air, serta peningkatan akses layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Berdampak menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan berbagai program sosial di bidang kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, dan ketahanan pangan sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam membantu masyarakat dan mendorong terwujudnya solusi berkelanjutan bagi daerah yang rentan mengalami krisis air bersih. (Fat)
